LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI “BUAH DAN BIJI”
LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI
“BUAH DAN BIJI”

Oleh:
NIMROD ARRUAN BANGA
NIM. D1B1
17089
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga
yang kemudian diikuti dengan pembuahan yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium) dan bakal biji (ovulum) yang kemudian tumbuh menjadi buah dan biji dimana biji inilah yang akan
tumbuh menjadi calon tumbuhan baru. Buah biasanya membungkus dan
melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan
fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan. Dari sudut pandang
evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga
dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan dihasilkannya buah dan biji, tumbuhan
dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat pula terpencar ketempat lain.
Pada hakikatnya buah
hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang pertama adalah buah semu dan yang kedua
adalah buah sejati. Tak lepas dari penamaan buah tersebut menjadi buah sejati
dan buah semu dapat dilihat dari struktur buah dan bagian-bagian buah yang ada pada buah. Misalnya
dikatakan buah sejati atau buah
sebenarnya adalah ketika bentuk buah tidak terhalangi oleh bagian-bagian buah yang ada, pengecualian tetap
ada, seperti pada buah jambu mete terlihat
tangkai bunga yang membesar seperti buah, padahal bagian yang membesar itu bukan buah tapi tangkai buah.
Pada pembentukan buah, ada
kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian
buah, sedang umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan
bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dari putik
sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan
kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang lain.
Pada umumnya buah hanya
akan terbentuk sesudah terjadi penyerbukan dan pembuahan pada bunga. Walaupun
demikian mungkin pula buah terbentuk tanpa ada penyerbukan dan pembuahan.
Peristiwa terbentuknya buah yang demikian itu dinamakan partenokarpi (parthenocarpy). Buah
yang terjadinya dengan cara ini biasanya tidak mengandung biji, atau jika ada
bijinya, biji itu tidak mengandung lembaga, jadi bijinya tak dapat dijadikan
alat perkembangbiakan. Pembentukan buah dengan cara ini lazim kita dapati pada
pohon pisang
Biji merupakan organ
tumbuhan berbentuk ovulum atau bakal biji yang matang dimana pertumbuhan,
perkembangan serta membesarnya atau tanpa diawalai amphimixis yaitu pollinasi
dan fertilisasi.Bagi tumbuhan biji (Spermatophyta), biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, kerana biji
mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkan biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan
dapat pula terpencar ke tempat lain. Semula biji duduk
pada suatu tangkai yang keluar darui papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu di
sebut tali pusar (funiculus). Bagian
biji tempat melekat tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus,
sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusarnya umunya tampak jelas
pada biji.
Pada biji
adakalanya tali pusarnya ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut biji atau
selaput biji (arillus). Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang
tidak berada dengan bakal biji, tetapi digunakan nama-nama yang berlainan untuk
bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya: integumentum pada bakal biji, kalau
sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis).
Berdasarakan uraian di atas, maka perlu dilakukan
praktikum tentang buah dan biji untuk mengetahui dan mendeskripsikan bermacam-macam bentuk dan
bagian-bagian yang terdapat di dalam buah dan biji.
1.2. Tujuan dan
Kegunaan
Tujuan
dalam praktikum kali ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada praktikan
dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam bentuk buah dan biji dan
memberikan kemampuan kepada praktikan untuk mendeskripsikan bermcam-macam
bagian buah dan biji.
Kegunaan dari praktikum ini yaitu agar praktikan dapat mengetahui dan
mampu mendeskripsikan bermacam-macam bentuk serta bagian-bagian buah dan biji.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Buah adalah pertumbuhan
sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal
biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal
biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan,
yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk
sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi
buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai
putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal
dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk
zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan
baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur yang berdiam dalam bakal
biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga
ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan
sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya (Hidayat, 2012).
Buah merupakan salah satu organ
tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji setelah pembuahan pistil (bunga
betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh menjadi biji, dinding ovarium jadi kulit
buah. Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau
pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas. Karena buah dalam
pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat
pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk
membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah
sejati (Harry, 2011).
Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut
tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya segera setelah terjadi
penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi
layu dan gugur. Dari putik sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya,
karena biasanya tangkai dan kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan
bagian-bagian yang lain (Tjitrosoepomo,
2009).
Biji merupakan suatu
struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan
persediaan makanan cadangan. Perkecambahan merupakan permulaan atau awal
pertumbuhan embrio di dalam biji. Biji yang berkecambah dapat membentuk
plumula karena di dalamnya mengandung embrio. Embrio mempunyai 3 bagian,
yaitu radikula (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan kaulikalus (batang
lembaga) (Nurul, S., 2010).
Pertumbuhan pada
tumbuhan spermatophyte atau tumbuhan berbiji diawali dari biji. Biji memiliki
tiga bagian yaitu bagian inti biji (nucleus seminis), tali pusar (foenikulus),
dan kulit biji (Spermodermis). Pada inti bijiterdapat lembaga (embrio). Embrio
memiliki tiga bagian penting yaitu akar lembaga atau calon akar, daun lembaga
(kotiledon), dan pucuk lembaga (plumula). Kulit biji terdiri dari lapisan luar
(kesta) yang kuat dan lapisan dalam yang berupa selaput tipis sehingga sering
disebut kulit ari. Kulit biji berfungsi melindungi bagian dalam biji
sepertiembrio dan kotiledon (Teguh,
W., 2012).
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium
Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas pertanian Universirtas Halu Oleo, pada
hari senin 19 November 2017 pukul 10.00 WITA sampai selesai.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam
praktikum kali ini adalah kacang tanah (Arachis
hypogeae), padi (Oryza sativa
L.), jagung (Zea mays L.), nenas (Ananas comosus), Jeruk (Cytrus sp.), mangga (Mengifera indica), pepaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera), salak (Salaca adulis), dan nangka (Arthocarpus integra).
Alat-alat yang digunakan
pada praktikum ini adalah parang, pisau dan alat tulis.
3.3.
Prosedur Kerja
Prosedur kerja dalam praktikum
ini yaitu :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan.
2.
Menggambar
masing-masing morfologi buah-buahan yang telah disiapkan.
3.
Membelah
buah beserta biji menggunakan pisau atau parang untuk mengamati struktur bagian
dalam buah dan biji.
4.
Menggambar
bentuk buah dan biji yang telah dibelah dan meberi nama pada bagian-bagian buah
atau biji.
5.
Memberi ulasan hasil praktikum melalui laporan
kerja laboratorium mengenai buah dan
biji.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan
pada praktikum “Buah dan Biji”
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
|
Preparat
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
1.
Kacang tanah (Arachis hipogeae)
|
|
1. Eksocarp
2. Ebrio
3. Endocarp
|
|
2.
Padi (Oryza sativa)
|
|
1. Eksocarp
2. Lemma
3. Radikula
4. Epicotil
5. Plumula
|
|
3.
Jagung (Zea mays)
|
|
1. Hisk leaves
2. Karnel
3. Raches
4. Kotiledon
5. Sculetum
6. Epicotil
7. Radikula
8. Plumula
|
|
4. Nenas
(Ananas communis)
|
|
1. Daun pelindung
2. Mesocarp
3. Eksocarp
4. Endocarp
|
|
5. Jeruk (Cytrus sp)
|
|
1. Mesocarp
2. Endocarp
3. Ruang biji
4. Biji
5. Eksocarp
|
|||
|
6. Mangga (Mangifera indica)
|
|
1. Eksocarp
2. Mesocarp
3. Endocarp
4. Endsperm
5. Embrio
|
|||
|
7. Pepaya ( Carica papaya)
|
|
1. Eksocarp
2. Mesocarp
3. Endocarp
4. Biji
|
|||
|
8. Salak (Salacca edulis)
|
|
1. Kulit
2. Endosperm
3. Embrio
|
|||
|
9. Kelapa (Cocos nucifera)
|
|
1. Eksocarp
2. Mesocarp
3. Endocarp
4. Endosperm
5. Air kelapa
|
|||
|
10. Nangka (Arthocarpus integral)
|
|
1. Kulit buah
2. Daging buah
3. Biji
|
|||
|
11. Mentimun (Cucumis sativus)
|
|
1.Eksocarp
2.Mesocarp
3.Endocarp
4.Biji
|
|||
4.2. Pembahasan
Buah merupakan ovary matang, di mana
pericarp buah berasal dari dinding ovary. Sedangkan secara istilah, buah adalah
ovary matang termasuk biji satu atau lebih dari bagian-bagian bunga yang
berhubungan erat dengan ovary. Biji adalah ovule matang (mature), dapat terbentuk satu, atau lebih di dalam satu ovary
misalnnya pada golongan legum, tetapi tidak pada golongan grasess. Secara
struktural (dari dimensi botanis) pada buah matang (kecuali caryopsis) dapat
dibedakan atas dua bagian utama, yaitu biji dan kulit buah (pericarp). Tetapi
dalam pengertian sehari-hari buah terdiri atas komponen: kulit buah, daging buah
dan biji. Kulit buah tersusun atas tiga lapisan yaitu: eksocarp, mesocarp dan
endocarp.
Berdasarkan hasil praktikum buah dan biji, maka dapat diketahui bahwa kacang tanah (A. Hipogeae) merupakan
buah sejati tunggal kering (buah polong) dan mempunyai banyak biji, terbentuk
dari satu daun buah dan mempunyai satu ruangan atau lebih, sehingga termasuk
dalam buah kotak dengan jenis buah
polong. Buah sejati tunggal yang kering (siccus)
yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit
yang kering. Buah ini biasanya tumbuh di dalam tanah dan jika masak buahnya
tidak pecah. Pada buah ini terdapat sekat-sekat semu yang menyebabkan ruangnya
terbagi menjadi beberapa bilik dan pada bijinya dibedakan menjadi kulit biji, tali
pusar, inti biji dan pusar biji. Pusar biji yaitu bagian kulit luar biji yang
merupakan bekas perlekatan dengan tali pusar biasanya kelihatan kasar dan
mempunyai warna yang berlainan dengan bagian kulit biji.
Biji atau butir/gabah padi (O. zativa), sebenarnya bukan biji
melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi
setelah selesai penyerbukan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian-bagian
lain membentuk sekam (kulit gabah). Dinding bakal
buah terdiri dari tiga bagian: bagian paling luar disebut epicarpium, bagian
tengah disebut mesocarpium dan bagian dalam disebut endocarpium.
Biji sebagian besar ditempati oleh endosperm
yang mengandung zat tepung dan sebagian ditempati oleh embryo (lembaga) yang
terletak dibagian sentral yakni dibagian lemma. Pada
lembaga terdapat daun lembaga dan akar lembaga. Endosperm umumnya terdiri dari
zat tepung yang diliputi oleh selaput protein.
Endosperm juga mengandung zat gula, lemak, serta zat-zat anorganik
Tanaman jagung (Z. mays) mempunyai satu atau dua
tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot.
Tongkol jagung (Z. mays) yang terletak pada bagian
atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak
pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10-16 baris biji yang jumlahnya
selalu genap. Biji jagung (Z. mays)
disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengan kulit biji atau
testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama,
yaitu pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari
organisme pengganggu dan kehilangan air; endosperm, sebagai cadangan makanan,
mencapai 75% dari bobot biji yang mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral,
minyak, dan embrio (lembaga), sebagai miniatur tanaman
yang terdiri atas plamule, akar radikal, scutelum, dan koleoptil.
Buah nenas (A. comunis) termasuk buah sejati
ganda (buni majemuk) yaitu jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga
majemuknya membentuk suatu buni. Pada
sumbu perbungaan (rachis) buah nenas (A. comunis
) terdapat sejumlah
buah bunga yang masing-masing berkembang menjadi buni. Pembentukan buah nenas (A. Comunis)
ikut mengambil bagian daun pelindung dan daun tenda bunga sehingga keseluruhan
tampak satu bunga saja dan menghasilkan buah yang berdaging tebal. Buah ini
mempunyai warna hijau sampai orange, biji kecil dan kerapkali tidak berbiji.
Buah jeruk (Citrus sp) adalah variasi dari buah buni dengan
tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minya,
lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan,
serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi
cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung tersebut,
bentuk biji oval berwarna hijau muda dengan kulit biji yang berwarna hijau
muda, tali pusar berwarna putih kehijauan, dan inti biji yang berwarna putih.
Buah mangga (M. indica) termasuk buah sejati
tunggal yang berdaging dan mempunyai dinding buah yang menjadi tebal berdaging
dan termasuk tipe buah batu (drupa).
Pada dinding buah (pericarpium) dapat dibedakan dengan jelas ada tiga lapisan yaitu
kulit luar (eksokarpium) yang
merupakan lapisan tipis menjangat, biasanya licin. Kulit tengah (mesokarpium)
yaitu bagian yang tebal berdaging dan berserabut, yang dinamakan daging buah. Lapisan ketiga
yaitu kulit dalam (endokarpium) yang berbatasan dengan ruang yang mengandung
biji yang cukup tebal dan keras seperti batu sehingga disebut sebagai buah
batu. Daging buahnya berwarna kuning atau orange dan berserabut.
Buah papaya (C. papaya) merupakan buah sejati
tunggal berdaging (buah buni) yaitu buah sejati yang terjadi dari satu bunga
dengan satu bakal buah. Buah pepaya terjadi dari beberapa daun buah dalam satu
ruang yang terdiri dari banyak biji. Buah ini juga termasuk dalam buah buni karena
mempunyai dua lapisan yaitu lapisan luar yang tipis agak menjangat dan lapisan
dalam yang tebal, lunak, berair dan dapat dimakan, selain itu juga terdapat
biji yang tersebar dan dibungkus oleh lapisan yang berisi cairan, yang melekat
pada placenta dan dihubungkan oleh tali yang berwarna putih yang sering disebut
dengan tali pusar (funiculus).
Buah nangka (A. integra) termasuk dalam buah
semu majemuk yaitu buah semu yang terjadi dari bunga majemuk. Buah semu majemuk ini merupakan kumpulan
dari ibu tangkai bunga dan tenda bunga yang tumbuh sedemikian rupa sehingga
seluruh perbungaan seakan-akan menjadi satu buah saja. Daun-daun tenda bunga
pada bagian ujung berikatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu. Apabila buah ini dipotong secara melintang
maka buah yang sebenarnya akan terlihat dengan jelas. Buah ini mempunyai bentuk
yang bulat panjang, dan mempunyai ukuran yang cukup besar, permukaan kulitnya
berduri tumpul. Jika buahnya masak, daging buah berwarna kuning dan bijinya diselimuti
oleh daging buahnya. Bagian-bagian buahnya terdiri dari tangkai buah (pedicellus),
buah (fructus), daging buah , biji (semen), kulit luar (eksokarpium),
kulit tengah (mesokarpium), kulit dalam (endokarpium) dan
empulur.
Berdasarkan hasil pengamatan, buah mentimun (C. sativus) merupakan buah sejati
tunggal berdaging yaitu buah yang mempunyai kulit buah yang pada bagian luarnya
lebih tebal, licin dan lebih kaku. Terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Buah ini terjadi dari tiga daun buah yang tepinya melipat ke dalam dan
merupakan sekat-sekat sejati tetapi ujung daun-daun buah itu melipat lagi ke
arah dinding buah sehingga ruang-ruang yang telah terjadi dari tengah-tengah
buah terbagi lagi oleh sekat-sekat yang telah sempurna. Jika buah telah masak
sekat-sekat lenyap, sehingga buah hanya mempunyai satu ruang saja dengan rongga
yang kosong di tengahnya.
BAB
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari praktikum kali ini, maka dapat
diberi kesimpulan bahwa
secara umum buah dibedakan menjadi dua, yaitu buah sejati dan buah semu. Buah
sejati adalah buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak
padanya terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur. Sedangkan
buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain
pada bunga itu yang mendominasi sedangkan buah yang sesungguhnya kadang
tersembunyi. Buah sejati dibedakan dalam tiga golongan yaitu buah sejati
tunggal(buah sejati tunggal kering dan buah tunggal berdaging), buah sejati
ganda (buah kering ganda, buah bumbung ganda dan buah buni ganda), dan buah
majemuk (Buah buni majemuk, buah batu majemuk dan buah kering majemuk). Buah
semu dibedakan menjadi tiga yaitu buah semi tunggal, buah semu ganda dan buah
semu majemuk. Secara umum lapisan-lapisan buah yaitu eksocarp, mesocarp dan
endocarp.
5.2. Saran
Saran saya pada praktikum
kali ini adalah diharapkan kepada setiap praktikan agar menyiapkan semua
hal-hal yang diperlukan dalam praktikum agar praktikum dapat berjalan dengan
baik.
DAFTAR PUSTAKA
Harry, 2011. https://jhera09.wordpress.com/2011/04/02/buah-dan biji/. Diakses pada
tanggal 21 November 2017. Hidayat. 1995.
Hidayat, 2012. Mikrobiologi Hasil Pertanian. Erlangga.
Jakarta.
Tjitrosoepomo,
Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Nurul,
S., 2010. Pertumbuhan Buji Palem Putri (Veitchia
merilli) Pada Berbagai Media
Tumbuhan. Jurnal Agrikultura, 1(1): 51-55.
Teguh, W., 2012. Respon dan Hasil Jumlah Buah dan Biji Semangka (Citrullus vulgaris)
dengan Aplikasi Hormon Giberalin (GA3). Jurnal Agroteknos, 2(1): 57-62.
Komentar
Posting Komentar