LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI PERTANIAN
Pengenalan dan Pemakaian Mikroskop













OLEH:
NAMA            : NIMROD ARRUAN BANGA
NIM                : D1B1 17089
KELAS           : AGT-C (SHEET 1)







JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
2017
I.       PENDAHULUAN
1.1.   Latar belakang
          Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskop, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
           Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Ilmuwan Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek (1632–1723) merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak.
          Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.
          Karena keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM).
          Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan praktikum yang berjudul” Pengenalan dan Pemakaian Mikroskop”.

1.2.   Tujuan
          Tujuan dari praktikum kali ini yaitu untuk mengenal dan mengetahui cara penggunaan mikroskop cahaya.
           


II.    TINJAUAN PUSTAKA
          Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Roy, 2012).
          Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh ilmuwan (saintis) zaman Renaissans, dan mikroskop yang mungkin kita gunakan adalah mikroskop cahaya. Dalam mikroskop cahaya (light microscope, LM), cahaya tampak diteruskan melalui spesimen dan kemudian melalui lensa kaca. (Campbell, 2010).
          Mikroskop merupakan salah satu peralatan yang dibutuhkan di Laboratorium IPA. Alat ini biasanya digunakan untuk melakukan kegiatan pengamatan terhadap benda-benda yang berukuran mikroskopis, baik benda diam maupun mikroorganisme yang dapat bergerak (Sadina, 2014).
          Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel (Ari Bawono, 2014).
          Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada dua lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler. Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedangkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar. Cara pemakaiannya adalah benda yang diamati diletakkan sedekat mungkin dengan titik fokus lensa objektif. Sedangkan mata kita tepat berada di lensa okuler, dengan kata lain dekat dengan lensa. Mata pengamat berada dibelakang lensa objektif dengan bayangan dari okuler tepat di titik fokus lensa (Elli Arianti, 2014).

















III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.   Tempat dan Waktu Pelaksanaan
          Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Unit Pendidikan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, pada hari rabu 1 November 2017 pukul 15:30 WITA sampai selesai.

3.2.   Alat dan Bahan
          Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu mikroskop, kaca preparat, penutup preparat dan kamera untuk dokumentasi.        
          Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini, yaitu potongan kertas bergambar”A” dan “d”.
3.3.   Prosedur Kerja
           Prosedur kerja dalam praktikum ini yaitu :
1.        Menyiapkan alat dan bahan
2.        Membersihkan mikroskop dari kotoran debu dan lain-lain
3.        Meletakkan potongan kertas berhuruf “A” pada kaca objek dan tutup dengan kaca penutup
4.        Mengamati dengan pembesaran lemah (10x10), apakah bayangan benda sama atau terbalik?
5.        Memandang ke dalam lensa okuler, sambil menggesar dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Mengamati kemana bayangan bergerak?
6.        Mengubah lensa objektif ke pembesaran yang lebih besar. Mengamati apakah ada perubahan luas bidang pandang? Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada objektif lemah (mm) dan berapa pada objektif kuat?
7.        Mengulangi langkah nomor 1-3 namun menggunakan kertas huruf “d”.



















IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.   Hasil
          Hasil dari praktikum kali ini yaitu gambar mikroskop dan bagian-bagiannya.









Keterangan:
1.        Lensa okuler                                                         10. Mikrometer
2.        Tabung mikroskop                                               11. Mikrometer
3.        Lengan mikroskop                                               12. Pengatur meja preparat
4.        Revolver                                                               13. Lampu
5.        Lensa objektif                                                      14. Tombol ON/OFF
6.        Meja preparat                                                       16. Kaki mikroskop
7.        Penjepit kaca preparat                                          17. Kabel
8.        Kondensor                                                           18. Pengatur cahaya
9.        Diafragma
          Gambar di bawah pengamatan mikroskop

Oval: dGambar sebelum pengamatan
Oval: A          


 


Gambar sesudah pengamatan

Pembesaran 10X



Pembesaran 40X


 






4.2.   Pembahasan
          Berdasarkan hasil penelitian, maka kita dapat mengetahui bahwa mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
          Dari hasil praktikum, maka dapat kita ketahui bahwa lensa okuler pada mikroskop cahaya berfungsi untuk untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif. Tombol pengatur fokus kasar untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat. Tombol pengatur fokus halus untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat. Tombol On Off berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mikroskop. Skrup pengarah kondensor terletak disebelah bawah meja benda yang berfungsi menggerakkan kondensor naik-turun.
          Lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x. Suber cahaya di mana tempat keluarnya cahaya elektron, untuk memperterang obyek yang akan di amati. Lengan Mikroskop untuk pegangan saat membawa mikroskop. Meja Preparat untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamatI. Penjepit objek glass untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser. Kaki mikroskop untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja. Meja preparat berfungsi untuk tempat melekatnya objek yang akan di amati, meja preparat ini bias juga di gerakan maju, mundur dan samping kiri kanan sesuai yang di inginkan.
          Sifat pembesaran pada mikroskop karena dibangun sedemikian rupa sehingga mengubah arah sinar cahaya dalam cara yang pasti untuk memperbesar gambar objek. Kekuatan perbesaran mikroskop perlu dimodifikasi secara proporsional dengan jarak. Jika menggunakan perbesaran kekuatan yang lebih tinggi, maka lensa perlu posisi dekat dengan objek. Obyek lensa penyesuaian jarak sangat penting untuk memfokuskan tepat. Tentang tingkat perbesaran adalah bahwa perbesaran adalah dimodifikasi pada kedua eyepieces dan lensa mikroskop. Untuk menentukan pembesaran, perlu memeriksa casing pada perpanjangan lensa yang harus dicetak.
          Dalam istilah sederhana kekuatan perbesaran pada mikroskop mengacu pada sejauh mana instrumen dapat memperbesar objek ditempatkan dalam gambarnya. Biasanya kekuatan perbesaran paling umum adalah 4x, 10x, dan 40x. Ini adalah untuk mikroskop laboratorium tetapi apakah Anda memiliki mikroskop yang lemah dan kuat. Jika menggunakan mikroskop cahaya, maka biasanya perbesaran dalam cahaya kisaran terlihat sampai dengan 1500x.






V.    PENUTUP
5.1.   Kesimpulan
          Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mikroskop terdiri dari beberapa komponen, yaitu komponen optik dan komponen mekanik dan memilki fungsi yang berbeda-beda, dalam melakukan pengamatan dengan mikroskop kita harus mengetahui bagian-bagiannya sehingga mempermudah dalam penggunaanya. Dalam menggunakan mikroskop harus juga diperhatikan cara membersihkan dan menyimpan agar tidak terjadi kerusakan pada mikroskop itu sendiri.

5.2.   Saran
          Saran saya pada praktikum kali ini adalah diharapkan kepada setiap praktikan agar menyiapkan semua hal-hal yang diperlukan dalam praktikum agar praktikum dapat berjalan dengan baik.












DAFTAR PUSTAKA

Ari Bawono, 2014. Indentifikasi Fokus Mikroskop Digital Menggunakan Metode    Otsu. Jurnal Berkala Fisika, 17(4): 139-144.

Campbell, 2010. Biologi Umum Lanjutan I. Universitas Terbuka: Jakarta
Elli Arianti, 2014. Mikroskop sederhana dari Botol plastik Sebagai Alat       Pembelajaran pada Pengamatan Sel. Jurnal EduBio Tropika, 2(2): 187-      250.

Roy, 2012. Dasar-dasar Biologi. Universitas Hasanuddin: Jakarta
Sadina, 2014. Mengubah Mikroskop Cahaya Menjadi Mikroskop Digital Multimedia dengan Menggunakan Sofwere IM Magician 4 TCEH. Jurnal     Kalitbangan, 2(2) 2014.
                                                                                                                   









Komentar

  1. The King Casino: The New King & The World of Gaming
    The kadangpintar King Casino is the ventureberg.com/ new place where the real money gambling is legal in Florida and Pennsylvania. We love https://jancasino.com/review/merit-casino/ the new casino. 메이피로출장마사지 We've got some 토토 사이트 great

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN “Pengukuran Kadar Klorofil a dan b dengan Spektrofotometer”

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI “BENDA- BENDA MATI DALAM SEL DAN ALAT- ALAT TAMBAHAN TUMBUHAN”

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI “BUAH DAN BIJI”