LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
PERTANIAN
“Keanekaragaman Mikroorganisme (Bakteri)”

OLEH:
NAMA :
NIMROD ARRUAN BANGA
NIM :
D1B1 17089
KELAS :
AGT-C (SHEET 1)
ASISTEN : UMMU KHAYRA
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
2017
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya
diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme
seringkali bersel tunggal (uniselular) meskipun
beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada
beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme
disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini
disebut mikrobiologi.
Ilmu
yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut
mikrobiolog. Mikroorganisme
biasanya dianggap mencakup semua prokariota,
protista,
dan alga
renik. Fungi,
terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa,
dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak
menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap
mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam
cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium
dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen,
konsumen, maupun redusen. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan
anorganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai
produsen adalah alga dan bakteri fotosintetik. Jasad konsumen menggunakan bahan
organik yang dihasilkan oleh produsen. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa.
Jasad redusen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati
menjadi unsur-unsur kimia (mineralisasi bahan organik), sehingga di alam
terjadi siklus unsur-unsur kimia. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan
jamur (fungi).
Pengaruh
mikroorganisme terhadap kehidupan manusia dimulai sejak bayi dilahirkan.
Setelah bayi lahir, ia akan berhubungan dengan mikroorganisme yang ada di alam
bebas dan orang-orang yang disekitarnya. Mikroorganisme tersebut akan tumbuh
dan berkembang biak serta mengadakan kolonisasi pada permukaan tubuh seperti
kulit, kuku, serta permukaan bagian dalam tubuh. Mikroorganisme adalah agen
penyebab infeksi. Dunia mikroorganisme yang mempengaruhi kehidupan manusia
terdiri atas bakteri, virus, dan jamur.
Pertumbuhan
mikroorganisme dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan faktor lingkungan. Bahan
nutrisi yang digunakan mikrorganisme biasanya berupa senyawa sederhana yang
tersedia secara langsung atau berasal dari senyawa yang kompleks yang kemudian
dipecah oleh mikrorganisme menjadi senyawa yang sederhana melalui proses
enzimatik. Bahan nutrisi dalam media ini dapat berupa cairan atau padatan setengah
padat.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu
dilakukan praktikum tentang
keanekaragaman mikroorganisme (Bakteri).
1.2. Tujuan
Tujuan
dari praktikum ini,
yaitu untuk mengetahui keanekaragaman mikroorganisme di alam.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Mikroorganisme
merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal
mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan
antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi
dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang
tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri
yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan
menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi, karena
ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang
telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang ridak diperlukan tidak akaan
disimpan dalam bentuk persediaan. Enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk
pengolahan bahan makanan akan diproduksi bila makanan tersebut sudah ada
(Kusnadi, 2010).
Mikroorganisme ini juga
tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan
tingkat pembiakannya relatif cepat. Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka
setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan
maupun yang menguntungkan (Darkuni, 2007).
Isolasi bakteri dikarakterisasi dengan menumbuhkan pada medium dan
dilakukan pengamatan meliputi pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar
miring yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas goresan, pertumbuhan koloni bakteri
pada medium agar tegak yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas tusukan dan
pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar lempeng yaitu bentuk, tepian,
elevasi, permukaan warna, diameter koloni dan konfigurasi (Almunady, 2011).
Beberapa
kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan
organisme lain untuk hidup. Kondisi lingkungan yang ekstrem ini menuntut adanya
toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik. Sebagai contoh, Thermus
aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang
hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. Tidak hanya di lingkungan bersuhu
tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat
dingin. Pseudomonas
extremaustralis ditemukan pada Antartika
dengan suhu di bawah 0oC. Di
samping pengaruh ekstrem temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan
lain yang hampir tidak memungkinkan
adanya kehidupan (lingkungan steril). Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari
bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam
(NaCl)
yang sangat tinggi (15-30%). Tedapat
pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula
tinggi (kelompok osmofil),
kadar air
rendah (kelompok xerofil),
derajat keasaman pH
sangat tinggi, dan rendah (Yuliana Neti,
2008).
Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk
pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan.
Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber energi, zat hara sebagai seumber
karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogen serta unsur-unsur sekelumit
(trace element) dan nuleotida. Medium biakan yang digunakan untuk menumbuhkan
mikroorganisme dalam bentuk padat, semi padat dan cair. Metode agar-cawan
merupakan metode yang paling sering dipakai (Anisah,).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Pendidikan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada hari
rabu, 15 November
2017 pukul 15:30 WITA sampai selesai.
3.2 . Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam
praktikun kali ini, yaitu
lampu bunsen, pingset, batang perata, cawan petri, tabung reaksi/mikrotube,
gabus, pipet mikro, vorteks dan Laminar Air Flow Cabinet (LAFC).
Bahan yang digunakan dalam praktikum
ini, yaitu media biakan nutrien agar (NA) dan potator
dextrose agar (PDA), ethanol 70%, daun tanaman dan tanah dari sekitar tanaman.
3.3. Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah
sebagai berikut.
1.
Menyediakan
biakan media agar (NA dan PDA).
2.
Menimbang
sampel tanah dan sampel daun masing-masing satu gram.
3.
Memasukkan
sampel tanah dan daun tersebut dalam 9 ml air steril dalam tabung reaksi secara
terpisah lalu vorteks selama 5 menit.
4.
Mengambil
masing-masing 1 ml dari kedua tabung dan masukkan dalam tabung. Melakukan
pengenceran sacara berseri hingga pengenceran 10-8 (untuk tanah) dan
10-5 (untuk daun) pada mikrotube yang berisi air steril sebanyak 0,9
ml. Memvortex microtube sebelum melakukan pegambilan untuk tahap pengenceran
selanjutnya.
5.
Masing-masing
pada pengenceran 10-6, 10-7 dan 10-8 dari
sampel tanah di sebar di
6.
Menginkubasi
piringan pada posisi telungkup, di dalam kantung plastik selama 2-3 hari dengan
temperatur 370C.
7.
Menggambar
dan mengambil gambar dan mengamati penampakan koloni dalam media
8.
Memilih
3 koloni yang terisolasi dari pertumbuhan mikroba lainnya dan dicatat karakter
morfologinya.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan pada Praktikum kali ini dapat dilihat pada tabel di bawah.
|
NO
|
Kode Isolat
|
Ukuran Koloni
|
Pigmentasi
|
Karakter Optik
|
Bentuk
|
Elevansi
|
permukaan
|
Margin
|
|
1.
|
10-7
|
Moderate
|
Putih
|
Opaque
|
Bulat
|
Covex
|
Halus mengkilap
|
Entire
|
|
2.
|
10-8
|
large
|
Putih
|
Opaque
|
circular
|
convex
|
Halus mengkilap
|
Entire
|
4.2.
Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum “Keanekaragaman
Mikroorganisme (Bakteri)”, maka dapat diketahui bahawa Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme
yang berukuran sangat kecil sehingga untuk
mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme
disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel
tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler).
Pada
percobaan ini digunakan media NA padat yang dicairkan terlebih dahulu menggunakan
hot plate. Disiapkan 2 buah mikro tub yang telah diisi aquadest 0,9 ml µ dan ditandai masing-masing
dilakukan dengan cara pengenceran
10-7 dan
10-8. Suatu sampel yaitu cendol yang mengandung campuran bermacam macam
spesies mikroba diambil 1 ml kemudian dicampurkan aquadest 0,9 ml (dihomogenkan),
kemudian diencerkan dalam mikro tub 10-7 dan dihomogenkan sampai pengenceran 10-8. Dari
hasil pengenceran 10-7 dan
10-8 kemudian diambil 0,9 ml µ lalu dimasukkan ke dalam cawan
petri yang telah berisi lempeng media NA
padat, disebar hingga rata dan mengering lalu merekatkan
pinggiran cawan petri
dengan menggunakan selotip dan dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 370C selama 2 hari.
Setelah media biakan di
ingkubasi selama 2 hari,
kemudian dilakukan pengamatan
morfologi bakteri meliputi ukuran
koloni, pigmentasi (warna bakteri), karakter optik, bentuk,
elevansi, permukaan, margin. Pada proses pengenceran 10-7 dan 10-8
hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel hasil pengamatan.
Hal penting dalam
melakukan praktikum ini adalah menjaga kesterilan alat dan bahan serta media
agar yang telah dibuat. Hal ini bertujuan agar media tersebut tidak
terkontaminasi dengan faktor luar yang dapat mengakibatkan terganggunya
perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme yang berada di dalam tanah.
Faktor-faktor luar itu meliputi faktor dari abiotik (temperatur, kelembaban,
nilai perubahan osmotik, cahaya matahari, dan penghancuran secara mekanik),
faktor-faktor kimia (antiseptik & desinfektan di sekitar area praktikum)
dan faktor biotik (kerja sama antar mikroorganisme). Salah satu upaya untuk
menjaga kesterilan objek praktikum, kita harus melakukan penuangan media agar
ke cawan petri di dekat bunsen yang menyala. Dalam praktikum ini kita
menggunakan tanah gambut. Seperti yang kita ketahui bahwa tanh gambut merupakan
tanah yang mengandung bahan organik yang tinggi. Kandungan bahan organik
tersebut merupakan salah satu sumber nutrisi bagi mikroorganisme di dalam tanah
untuk perkembangbiakan dan pertahanan diri daripada mikroorganisme tersebut.
Selain itu,
hal lain yang paling penting dalam melakukan praktikum
ini adalah menjaga kesterilan alat dan bahan serta media agar yang telah
dibuat. Hal ini bertujuan agar media tersebut
tidak terkontaminasi dengan faktor luar yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme yang berada di dalam
tanah. Faktor-faktor luar itu meliputi faktor dari abiotik (temperatur,
kelembaban, nilai perubahan osmotik, cahaya matahari, dan penghancuran secara
mekanik), faktor-faktor kimia (antiseptik & desinfektan di sekitar area
praktikum) dan faktor biotik (kerja sama antar mikroorganisme).
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah dalam pengamatan setelah dilakukan inkubasi selama 2 hari, maka terjadi
pertumbuhan dan perkembangan
berbagai macam koloni mikroorganisme yang ditunjukkan dengan bervariasinya
warna, ukuran dan bentuk
daripada koloni-koloni itu sendiri, yakni berwarna putih, berukuran moderate dan large, dan berbentuk bulat dan circular.
Keberhasilan
dari praktikum ini ditentukan dari kesterilan alat dan bahan serta pada saat
penuangan media agar dari erlenmayer ke cawan petri, karena aktivitas
mikroorganisme dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dari luar. Penggunaan bunsen dalam praktikum ini ditujukan untuk mendukung
kesterilan di sekitar media agar saat penuangan.
5.2. Saran
Saran saya dalam praktikum kali ini yaitu agar praktikum dapat dilaksanakan tepat sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan agar praktikum dapat berjalan dengan baik, dan
semua prosedur kerja dalam praktikum dapat dilaksanakan seluruhnya.
DAFTAR PUSTAKA
Almunady, 2011. Isolasi Mikroba Penghasil Antibiotika dari Tanah Kampus Unsri Indralaya menggunakan media
ekstrak tanah. Jurnal Penelitian Sains,14(3) 2011.
Anisah, 2015. Media
Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Menggunakan Sumber
Karbohidrat yang Berbeda. Jurnal
sains, 1(2): 76-79.
Darkuni,
M. Noviar, 2007. Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Universitas Negeri Malang. Malang
Kusnadi,
2010. Mikrobiologi tanah dan karakteristiknya. JICA. Malang
Yuliana Neti, 2008.
Kinetika Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat Isolat TS yang berasal dari Tempoyak. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian,13(2) 2008.
LAMPIARAN

Komentar
Posting Komentar